CINGAMBUL – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 11 Majalengka resmi menyelenggarakan Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2025/2026 bagi siswa kelas IX. Berbeda dengan metode konvensional berbasis kertas, ujian yang berlangsung mulai tanggal 4 hingga 8 Mei 2026 ini sepenuhnya memanfaatkan perangkat Android sebagai media utama pengerjaan soal.
Sebanyak 136 siswa peserta ujian dibagi kedalam enam ruang kelas dengan pengawasan ketat. Langkah pemanfaatan teknologi ini diambil sebagai bagian dari transformasi digital madrasah guna menciptakan proses evaluasi yang lebih efektif, efisien, akuntabel, dan ramah lingkungan (paperless).
Plt. Kepala MTsN 11 Majalengka, H. Dede Apip Mustopa, S.Ag., menyatakan bahwa penggunaan perangkat digital dalam asesmen ini merupakan wujud nyata adaptasi terhadap kebutuhan dunia pendidikan modern.
“Kami berkomitmen penuh untuk membawa madrasah ini selaras dengan perkembangan teknologi digital. Melalui ujian berbasis Android ini, kami berupaya memberikan pengalaman ujian yang lebih modern dan praktis kepada para siswa. Alhamdulillah, pelaksanaan berjalan sangat lancar tanpa kendala teknis yang berarti,” ujar Dede saat memantau jalannya ujian, Rabu (6/5).
Ia menambahkan bahwa sistem digital ini turut mempermudah para pendidik dalam melakukan rekapitulasi dan koreksi hasil ujian secara otomatis, sehingga objektivitas serta integritas nilai siswa dapat terjaga dengan optimal.
Kelancaran agenda penting ini tentu tidak terlepas dari kerja keras Panitia Pelaksana dan Tim Kurikulum yang telah merancang infrastruktur jauh-jauh hari. Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Panitia, Hj. Euis Nani Sumarni, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kesiapan teknis maupun mental siswa menjadi fokus utama sebelum ujian dimulai.
“Persiapan telah kami lakukan secara matang, baik dari sisi penguatan server maupun kesiapan akademik siswa. Kami telah melaksanakan serangkaian simulasi berulang kali agar siswa terbiasa dengan sistem berbasis Android ini. Hasilnya luar biasa, siswa terlihat sangat tenang, percaya diri, dan mandiri,” ungkap Euis.
Di balik layar, tim teknis madrasah juga senantiasa bersiaga guna menjaga stabilitas jaringan internet di setiap ruang ujian. Kombinasi antara kesiapan infrastruktur, pengawasan tertib, dan sistem digital ini berhasil meminimalisir potensi kendala maupun kecurangan secara signifikan.
Melalui suksesnya Ujian Madrasah berbasis Android ini, MTsN 11 Majalengka membuktikan kesiapannya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga cakap digital sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Tulis komentar
Tanggapan Anda membantu memperkaya diskusi publik madrasah.