Dalam upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 11 Majalengka memberikan layanan bimbingan klasikal bertema pencegahan bullying kepada siswa kelas VII, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pembinaan karakter serta penguatan budaya saling menghormati sejak awal tahun pelajaran.
Dalam sesi tersebut, siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan (fisik, verbal, sosial, maupun digital), serta dampak buruk yang ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Diskusi interaktif dibangun agar siswa memahami pentingnya menciptakan suasana belajar yang kondusif tanpa kekerasan.
Guru BK MTsN 11 Majalengka, Wakhidatul Khoirunnisa, S.Pd., menegaskan bahwa edukasi sejak dini sangat krusial agar budaya saling peduli tertanam kuat di benak siswa.
“Bullying bukan sekadar candaan yang berlebihan. Ini adalah perilaku yang bisa merusak psikologis dan akademik korban. Melalui bimbingan ini, kami ingin membekali siswa dengan rasa empati, kemampuan menghargai perbedaan, serta keberanian untuk menolak dan melaporkan tindakan perundungan,” ujar Wakhidatul.
Sebagai langkah preventif berkelanjutan, MTsN 11 Majalengka menerapkan strategi komprehensif, mulai dari layanan konseling yang mudah diakses, penguatan pendidikan karakter, pengawasan ketat oleh guru, hingga pelibatan aktif pengurus OSIS sebagai pelopor budaya positif. Pihak madrasah juga mendorong komunikasi intensif dengan orang tua serta membuka akses pelaporan bagi seluruh warga sekolah agar setiap indikasi perundungan dapat ditangani secara cepat dan edukatif.
Melalui komitmen ini, MTsN 11 Majalengka berupaya mewujudkan madrasah yang ramah anak dan inklusif. Diharapkan, seluruh siswa kelas VII dapat mengimplementasikan nilai-nilai kesantunan dan tanggung jawab, sehingga tercipta lingkungan belajar yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.
Tulis komentar
Tanggapan Anda membantu memperkaya diskusi publik madrasah.