CINGAMBUL – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN 11 Majalengka) terus berupaya menanamkan nilai-nilai keagamaan dan membentuk karakter religius peserta didik melalui berbagai program pembiasaan positif. Salah satu agenda yang rutin dilaksanakan adalah tadarus Al-Qur’an selama 15 menit setiap pagi sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai.
Kegiatan tadarus ini diikuti secara serentak oleh seluruh siswa dan guru di lingkungan MTsN 11 Majalengka. Setiap pagi, suasana madrasah dipenuhi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca secara khidmat di ruang kelas masing-masing. Melalui pembiasaan ini, diharapkan peserta didik semakin akrab dengan kitab suci serta mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Program tadarus pagi dirancang sebagai pilar utama dalam memperkuat pendidikan karakter dan spiritual siswa. Di samping mengasah kelancaran membaca Al-Qur’an, rutinitas ini juga terbukti efektif untuk menumbuhkan ketenangan batin, melatih kedisiplinan, serta membangun suasana positif sebelum siswa menyerap materi pelajaran di kelas.
Para guru turut hadir mendampingi dan mengawasi jalannya kegiatan untuk memastikan kekhusyukan siswa. Kehadiran para pendidik ini sekaligus menjadi teladan nyata dalam membudayakan interaksi dengan Al-Qur’an setiap hari.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MTsN 11 Majalengka, H. Dede Apip Mustopa, S.Ag., menegaskan bahwa pembiasaan tadarus pagi merupakan salah satu program unggulan madrasah dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia dan mencintai Al-Qur’an.
“Kami ingin menanamkan kepada peserta didik bahwa Al-Qur’an bukan hanya dibaca ketika ada pelajaran agama atau pada momen tertentu saja, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan meluangkan waktu 15 menit setiap pagi untuk tadarus, kami berharap kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an semakin tumbuh dan memberikan pengaruh positif terhadap sikap, perilaku, serta semangat belajar mereka,” ungkap Dede.
Ia juga menambahkan bahwa konsistensi dalam melakukan kebiasaan baik akan membentuk mental dan karakter yang tangguh. Oleh karena itu, kegiatan ini akan terus dipertahankan sebagai budaya khas madrasah.
“Madrasah tidak hanya bertugas mencerdaskan peserta didik dari sisi akademik, tetapi juga membina akhlak dan spiritual mereka. Melalui tadarus pagi ini, kami berharap lahir generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter religius, berakhlakul karimah, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” pungkasnya.
Melalui rutinitas ini, MTsN 11 Majalengka optimis dapat terus menciptakan ekosistem belajar yang religius, kondusif, serta penuh keberkahan guna melahirkan generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan zaman.
Tulis komentar
Tanggapan Anda membantu memperkaya diskusi publik madrasah.