Mading Jadi Wadah Ekspresi: MTsN 11 Majalengka Apresiasi Kreativitas Lukis Siswa

3 menit baca 27 dilihat
Mading Jadi Wadah Ekspresi: MTsN 11 Majalengka Apresiasi Kreativitas Lukis Siswa

CINGAMBUL – Dinding yang biasanya hanya berfungsi sebagai tempat menempelkan informasi pengumuman, kini berubah menjadi ruang penuh warna dan inspirasi di MTsN 11 Majalengka. Melalui majalah dinding (mading), madrasah memberikan ruang bagi para peserta didik untuk menampilkan hasil karya lukis terbaik mereka sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap kreativitas, ide, imajinasi, dan bakat di bidang seni.

Karya-karya yang menghiasi mading tersebut merupakan buah dari proses pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya. Setiap lukisan menghadirkan cerita yang unik, mulai dari keindahan panorama alam, dinamika kehidupan sehari-hari, hingga pesan-pesan moral yang dituangkan melalui perpaduan warna, bentuk, dan goresan tangan kreatif para siswa. Kehadiran galeri mini ini tidak hanya mempercantik sudut lingkungan madrasah, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, inspiratif, dan membangkitkan semangat berkarya.

Bagi MTsN 11 Majalengka, mading bukan sekadar media pajangan biasa, melainkan wadah esensial yang memberi kesempatan kepada setiap peserta didik untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ketika karya mereka dipublikasikan dan dilihat oleh warga madrasah, tumbuh rasa percaya diri serta keyakinan bahwa setiap potensi yang dimiliki layak untuk dihargai dan dikembangkan.

Guru Seni Budaya MTsN 11 Majalengka, Sri Apriniawati, S.Pd., menjelaskan bahwa setiap karya ciptaan siswa membawa proses, tantangan, dan makna tersendiri. Oleh karena itu, madrasah berupaya keras menyediakan ruang apresiasi agar peserta didik merasa bangga atas usaha yang telah mereka curahkan.

“Setiap karya yang dihasilkan siswa memiliki cerita dan proses yang berbeda. Dengan dipajang di mading, mereka merasa usahanya dihargai sehingga semakin termotivasi untuk terus berkarya. Kami berharap mading ini menjadi ruang yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan kecintaan terhadap seni,” ujar Sri.

Ia juga menambahkan bahwa pembelajaran seni tidak hanya berorientasi pada hasil akhir yang indah, melainkan turut melatih kesabaran, ketelitian, kepekaan estetika, serta keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan secara positif. Seluruh nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter siswa yang kreatif dan inovatif.

Kebanggaan mendalam turut dirasakan oleh salah seorang siswi kelas IX, Nanda Hidayah, tatkala melihat hasil lukisannya terpajang rapi di mading madrasah. Baginya, bentuk apresiasi ini menjadi pengalaman membahagiakan sekaligus pemantik semangat untuk terus mengasah bakat seninya.

“Saya senang dan bangga ketika melihat karya kami dipajang di mading. Rasanya seperti usaha selama belajar seni benar-benar dihargai. Semoga ke depan semakin banyak teman-teman yang berani menunjukkan kreativitasnya dan tidak ragu untuk berkarya,” ungkap Nanda penuh antusias.

Melalui pemanfaatan mading sebagai ruang ekspresi dan galeri karya siswa, MTsN 11 Majalengka konsisten membangun budaya apresiasi di lingkungan madrasah. Ke depan, madrasah berkomitmen untuk terus menghadirkan lebih banyak ruang bagi peserta didik dalam menyalurkan minat dan bakat, guna melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, percaya diri, serta inspiratif.

Tags

Kontributor: Riyan Mardiyana, S.Pd.

Redaktur: A.T. Aditya

Bagikan Artikel

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.

Tulis komentar

Tanggapan Anda membantu memperkaya diskusi publik madrasah.